javafred.net

 
 

 
     r e a d i n g s

 

 

Gaya Fusion of Senses, Sayan, Bali
28 December 2000 to 10 February 2001

 

PETER DITTMAR – WALL WORKS

 

German artist Peter Dittmar will hold a solo exhibition at Gaya Fusion of Senses, Sayan, Bali from 28 December 2000 to 10 February 2001. Dittmar has had dozens of solo exhibitions in Europe, Asia, Australia, USA and South America since 1977. He has divided his time between working in his studios in Munich, Germany and Sayan, Bali since 1982, travelling back and forth between Europe and Asia many times during that period. He has also been to Australia on a regular basis since 1994. He is at heart an international artist.

Peter Dittmar first came to Indonesia in 1982 and taught at Jakarta's academy of art, IKJ in 1982-83 and 1994 with the now-famous Indonesian painter Srihadi Sudarsono. He quickly moved to Bali, acquiring a home in beautiful Sayan on the outskirts of Ubud. 

In Indonesia, Dittmar has had solo exhibitions at the Graha Bhakti Budaya, TIM, Jakarta in 1984; Erasmus Huis, Jakarta and the Goethe-Institut, Bandung in 1985; Agung Rai Museum of Art, Ubud and Gedung Pameran Depdikbud, Jakarta in 1995.

The exhibition at Gaya Fusion of Senses will focus on recent work – paintings in the form of installation strips – connected to Dittmar's philosophy of art linking people. He says, "My installations consist of single works in the shape of strips – you can see them as individual paintings, as part of a group or as a serial composition. The idea is that each one is a collectible by itself and at the same time you are connected through your strip to many other strips wherever they might be. For example, someone living in Bali, Singapore, Sydney or Europe may have one or a few of them. The strips are a physical part of a virtual aesthetic link-people are connected by art. One can imagine an exhibition in the future showing all the strips together again and the collectors could meet too. I describe this process as a continuous concept of painting.

"The second feature of my installation work is the open aesthetic system. The placement of the strips can be easily and quickly changed to form a different composition. The owners of the strips or viewers at an exhibition can create new installations with the painted strips. I want my involvement in art to include interaction with as many people as possible."

The exhibition will be held at the recently established Gaya Fusion of Senses in Sayan, Bali. Gaya is an open space, full of light, encouraging a diversity of contemporary artistic and cultural expression. Gaya creates an atmosphere which stimulates the emotions and the intellect through a fusion of senses. With the exhibition WALL WORKS, the aim is to create a perfect fusion of Peter Dittmar's artwork and Gaya in an environment where art links people.

Exhibition dates: 28 December 2000 to 10 February 2001.

For further information, contact Marco Lastrucci at Gaya Fusion of Senses, Jalan Raya Sayan, Bali. Tel: (0361) 979253.
e-mail: gayabali@dps.mega.net.id
http://www. gayafusion.com

 

 GAYA FUSION OF SENSES, SAYAN, BALI
28 DESEMBER 2000 – 10 FEBRUARI 2001

PENGUMUMAN PERS
PAMERAN TUNGGAL



PETER DITTMAR, WALL WORKS

Pelukis berkebangsaan Jerman, Peter Dittmar, menyelenggarakan pameran tunggal "Wall Works" di Gaya Fusion of Senses, Sayan, Ubud, Bali. Pameran ini berlangsung dari tanggal 28 Desember 2000 sampai dengan 10 Februari 2001.

Sejak 1977 Dittmar telah berhasil menyelenggarakan pameran tunggal di Eropa, Asia, Australia, Amerika Serikat, dan Amerika Latin. Ia membagi waktunya dengan bekerja di studionya di Munich, Jerman dan Sayan, Bali sejak 1982. Selama periode itu pula ia juga pulang-pergi Eropa-Asia berulang kali. Sejak 1994 ia sering mengunjungi Australia. Boleh dikatakan bahwa di dalam jiwanya ia merasa sebagai seorang pelukis internasional.

Peter Dittmar pertama kali menginjakkan kakinya di Indonesia pada tahun 1982 dengan menjadi dosen pada IKJ (Institut Kesenian Jakarta) pada 1982-1983 dan 1994. Di situ ia mengajar bersama dengan Srihadi Suharsono, yang kini merupakan pelukis papan atas Indonesia. Segera setelah itu ia pindah ke Bali dan membangun rumahnya di Sayan, sebuah desa indah di pinggiran Ubud.

Di Indonesia sendiri Dittmar telah beberapa kali menyelenggarakan pameran tunggal seperti di Graha Bakti Budaya, TIM (Taman Ismail Marzuki) Jakarta 1984; Erasmus Huis, Jakarta dan Goethe-Institut, Bandung 1985; Agung Rai Museum of Art, Ubud dan Gedung Pameran Depdikbud, Jakarta 1995.

Pameran kali ini berfokus pada karya-karyanya yang paling baru yaitu lukisan-lukisan yang berbentuk kepingan-kepingan atau ‘potongan' instalasi yang sangat erat hubungannya dengan filsafat yang dianut Dittmar tentang hubungan antar manusia. Dia mengatakan, "Instalasi saya terdiri dari sebuah karya tunggal dalam bentuk kepingan atau ‘potongan'. Anda bisa melihatnya sebagai lukisan yang terpisah, bagian dari sebuah kelompok atau sebuah komposisi berseri. Pandangan ini menyiratkan kepada kita bahwa tiap orang dengan sendirinya bisa hidup secara kolektif dan pada saat yang sama kita pun akan dihubungkan melalui potongan-potonagn kita kapan saja. Misalnya, seseorang tinggal di Bali, Singapura, Sydney atau Eropa mungkin memiliki potongan atau kepingan. Potongan itu merupakan bagian fisik dari sebuah keterkaitan estetika yang tersirat di mana orang-orang dihubungkan oleh seni. Kita dapat memperkirakan bahwa akan ada lagi pameran di masa yang akan datang yang menunjukkan keberadaan potongan secara bersama. Para kolektor pun juga bisa bertemu di sini. Saya menguraikan proses ini sebagai konsep melukis yang berkelanjutan.

 "Ciri kedua dari karya instalasi saya adalah sistem estetika terbuka. Penempatan potongan-potongan ini dapat diubah dengan mudah dan dalam waktu yang sangat singkat dari satu komposisi ke komposisi yang lain. Pemilik potongan atau pengunjung pameran dapat menciptakan instalasi baru dengan potongan-potongan lukisan itu.. Saya bermaksud agar keterlibatan saya dalam dunia lukis mencakup interaksi dengan orang dan dalam jumlah yang sebanyak-banyaknya."

Pameran ini dilangsungkan di Gaya Fusion of Senses di Sayan yang pembangunannya baru saja rampung. Gaya merupakan ruang terbuka, penuh dengan cahaya, yang memberikan semangat kebinekaan ekspresi seni dan budaya. Gaya mampu menciptakan atmosfir yang menggugah emosi dan intelektualitas melalui penggabungan indera atau rasa. Pameran WALL WORKS ini bertujuan untuk menciptakan penggabungan yang sempurna dari karya seni Peter Dittmar dan Gaya dalam lingkungan tempat orang-orang menjalin hubungan.

GAYA FUSION OF SENSES

Jalan Raya Sayan
Ubud, Bali 806571 Indonesia
Tel: +62-361-979253
e-mail: gayabali@dps.mega.net.id
http://www.gayafusion.com